BAHAYA TUMPAHNYA LIMBAH MINYAK DI LAUT

Indonesia adalah negeri nusantara, negeri kepulauan terbesar di dunia, memiliki kekayaan laut yang berlimpah. Panjang pantai 81.000 km atau 14% garis pantai seluruh dunia, dimana 2/3 wilayah Indonesia berupa perairan laut. Luas laut kedaulatan 3,1 juta km2 Luas laut ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) 2,7 juta km2. Sebagaimana diketahui bahwa 70% permukaan bumi ditutup oleh laut. Sementara laut merupakan suatu lahan yang kaya dengan sumber daya alam termasuk keanekaragaman sumber daya hayati yang kesemuanya dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Namun, yang terjadi di Indonesia yakni yang terjadi di Batam, dimana sedikitnya 300 ton minyak tumpah setelah dua tanker bertabrakan di perbatasan Singapura – Malaysia, Selasa (3/1/2017) malam. Insiden itu membuat Kepulauan Riau waspada karena khawatir tumpahan minyak terbawa arus ke provinsi perbatasan tersebut.

Pada pesisir utara dan timur salah satu Kabupaten di Kepulauan Riau kerap dicemari limbah minyak setiap Oktober hingga Maret. Limbah berupa gumpalan minyak dan berwarna hitam menutupi pesisir utara dan timur Bintan. Limbah minyak dibuang di perairan Internasional dan dibawa arus ke Bintan.

Akib menuturkan, limbah itu menutupi pantai dan alat-alat tangkap nelayan. Akibatnya, sektor pariwisata dan kelautan yang menjadi penggerak ekonomi pesisir Bintan tidak optimal. ”Kami tak punya kemampuan menyelesaikannya,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah aktif mencegah pembuangan limbah di perairan Internasional. Pemerintah Kabupaten Bintan juga membutuhkan bantuan membersihkan pantai dan alat tangkap milik nelayan.

(Sumber:http://regional.kompas.com/read/2017/01/06/18550561/tabrakan.kapal.tanker.sebabkan.300.ton.minyak.tumpah.kepri.waspada)

Limbah minyak sendiri adalah buangan yang berasal dari hasil eksplorasi produksi minyak, pemeliharaan fasilitas produksi, fasilitas penyimpanan, pemrosesan, dan tangki penyimpanan minyak pada kapal laut. Limbah minyak bersifat mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, dan bersifat korosif.

Banyak sekali dampak limbah minyak yang terjadi di Batam, diantaranya akan berdampak pada ekosistem di laut tersebut, banyaknya ikan – ikan yang mati akibat menghirup atau menelan limbah minyak, limbah minyak sendiri merupakan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Sehingga, akan mengganggu kelangsungan ekosistem laut. Tidak hanya itu, limbah minyak juga akan menganggu budidaya perikanan seperti beberapa peralatan terkait dengan kegiatan budidaya seperti jaring dan temali menjadi tidak dapat digunakan lagi.

Oleh karena itu, perlu adanya peraturan dari pemerintah terkait proses transportasi minyak di laut. Hal ini akan bisa mengatasi setidaknya masalah yang berkaitan dengan limbah minyak dan bisa membuat para oknum yang tidak bertanggung jawab menjadi jera.

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*