Polusi Udara Ibu Kota Jakrta

Pemandangan gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama.

            Akhir akhir ini kita diramaikan dengan isu buruknya kualitas udara di Ibu kota Jakarta. Pada Minggu 18 Agustus 2019 kemarin posisi Jakarta masih 3 besar sebagai kota berpolusi di dunia versi Air Visual.

            Mengutip dari detik.com “Berdasarkan data dari AirVisual Minggu, (18/8/2019), pukul 09.05 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di 172 alias kategori tidak sehat. Namun, tingkat polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu”.

            Namun berdasarkan pantauan Dinas LH(Lingkungan Hidup) DKI Jakrta menampik bahwa kualitas udara di ibu kota Jakarta masih  dalam kategori sehat, hal ini berbeda dengan versi dari air visual, hal ini dikarenakan penggunaan standar yang berbeda antara Dinas LH dengan air visual, dinas LH menggunakan standar ukuran partikel 10 mikron sedangkan air visual menggunakan standar partikel 2,5 mikron.(Kepala Lab  LH DKI Jakarta)

Sebelum mengulas lebih lanjut mengenai isu buruknya polusi udara di Ibu kota Jakarta mari kita pahami definisi definisi berikut.

POLUSI dan POLUTAN

            Polusi, sebuah kata yang sering kita dengar namun tidak begitu banyak yang mengerti apa itu polusi. Berikut merupakan penjelasan mengenai Polusi

            Polusi merupakan masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Polusi dapat juga berati pencemaran, pencemaran ini dapat berupa pencemaran udara, tanah, air.

            Selain kata polusi terkadang kita juga mendengar kata “Polutan”. Dalam polusi pasti ada polutan. Polutan adalah Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan baik (Pencemaran Udara, Tanah, Air, dsb). Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.

Dari sini kita dapat memahami bahwa yang dimaksud dengan polusi udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat zat baik yang tidak berbahaya maupun berbahaya yang dapat membahayakan makhluk hidup.

            Setelah memahami apa itu polusi, maka selanjutnya kita akan mengulas mengenai penyebab dari polusi udara.

Penyebab Polusi Udara
Ada 2 faktor yang menjadi penyebab polusi udara yaitu

  1. Faktor alami atau Faktor internal

Adapun yang dimaksud dengan faktor internal adalah penyebab yang bersumber dari peristiwa alam atau terjadi secara alami. Contohnya Abu vulkanik yang dikeluarkan akibat aktivitas gunung berapi, debu debu yang beterbangan karena tertiup oleh angin dan lain sebagainya

  • Faktor Eksternal

Adapun yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah penyebab yang bersumber dari luar peristiwa alam atau diakibatkan oleh aktivitas manusia, seperti asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah rumah tangga, aktivitas industri dan lain sebagainya.

            Adapun yang menjadi penyebab Polusi udara di kota Jakarta dapat dilihat dari data diagram berikut :


Diagram penyebab polusi udara di Jakarta (sumber : kompas.tv)

Dari data tersebut dapat dipahami bahwa yang menjadi penyebab utama dari buruknya kualitas udara di Jakarta adalah asap kendaraan bermotor. Asap kendaraan bermotor menjadi penyebab utama polusi udara karena volume dari kendaraan bermotor itu sendiri tidak seimbang dengan jumlah pepohonan yang ada, serta diperparah dengan kemacetan yang terjadi setiap hari.

            Saepudi dalam Kajian Pencemaran Udara Akibat Emisi Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta, mengatakan Gas-gas dari knalpot kendaraan bermotor merupakan salah satu pencemaran lingkungan. Polutan udara utama adalah akibat gas-gas buang kendaraan bermotor yang tiap tahun bertambah dengan cepat. Kontribusi pencemaran udara yang berasal dari sektor transportasi mencapai 60 persen. Tingginya kontribusi pencemaran udara dari sektor transportasi menimbulkan masalah kualitas udara.

            Setelah memahami penyebab dari polusi udara di Ibu kota Jakarta, lalu bagaimana air visual dapat mengkategorikan  Kota Jakarta sebagai kota berpolusi udara sedunia ? ternyata ada beberapa indikator yang digunakan sebagai acuan oleh air visual. Berikut penjelasan mengenai indikator polusi udara.

            Dikutip dari detik.com “Air Quality Index (AQI) merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.”

            AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

           Terkait polusi udara ini, Pemprov DKI Jakarta sudah membuat sejumlah langkah untuk mengurangi polusi udara ibu kota. Seperti aturan ganjil genap, pengujian emisi pada kendaraan bermotor dan lain sebagainya, namun kebijakan yang diambil oleh pemerintah dirasa kurang dan terlambat. Sebaiknya pemerintah berfokus pada menarik daya tarik masyarakat untuk berpindah dari Moeda transportasi pribadi ke Moeda transportasi umum dan pemerintah juga seharusnya menambah lagi taman taman atau ruang terbuka hijau di sudut sudut ibu kota. 

Sumber :
Luqman Hakim,dkk.2017.Efektifitas Jalur Hijau dalam Mengurangi Polusi oleh Kendaraan Bermotor. Jurnal Arsitektur NALARs.16(1): 91-100.

Saepudi,dkk. 2005. Kajian Pencemaran Udara Akibat Emisi Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta. Jakarta:LIPI.

Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190810092804-199-420056/sabtu-pagi-polusi-udara-jakarta-terburuk-di-dunia

https://www.kompas.tv/article/49787/jakarta-kota-berpolusi-nomor-satu-di-dunia

https://news.detik.com/berita/d-4670462/minggu-pagi-kualitas-udara-jakarta-terburuk-di-dunia



Readers Comments (1)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*