Bioremidiasi Metode Pengolahan Limbah dengan Memanfaatkan Bantuan Mikroorganisme

Tercemarnya Pantai akibat tumpahan minyak

Pernahkah kalian terpikirkan mengenai kasus tumpahan minyak di daerah perairan ? seperti kasus akhir tahun 2019

“Minyak hitam pekat mencemari Perairan Pulau Belakangpadang, Kota Batam. Minyak itu menggenangi sekitar pelabuhan, Dataran Lang Lang Laut, hingga pemukiman rumah warga yang berdiri di atas laut sejak Sabtu, 16 November 2019.”

“Warga yang tinggal di Pulau Belakangpadang mengeluhkan genangan minyak hitam yang mencemari wilayah perairan pulau penyangga Kota Batam tersebut. Seorang warga Pulau Belakangpadang, Azhar, mengeluhkan alat tangkap nelayan banyak yang rusak akibat tercemar minyak.” Sumber :https://beritagar.id

Lalu bagaimana mengatasinya ? solusinya adalah Bioremidiasi.

Apa Itu Bioremidiasi ?

Dari istilah ini tentunya kita dapat memahami bahwa bioremediasi berasal dari dua asal kata, yaitu bio (organisma hidup) dan remediasi (menyehatkan kembali), sehingga secara bersama diartikan bioremediasi menjadi suatu cara penggunaan organisme dalam upaya penyehatan kembali lingkungan yang sudah rusak atau tercemar.
Secara umum Bioremidiasi merupakan suatu metode reocovery (pengembalian) suatu lingkungan yang telah tercemar dengan bantuan mikroorganisme.

Macam macam Bioremidiasi

Diagram pembagian bioremidiasi

Berdasarkan lokasi penggunaan mikroorganismenya, bioremidiasi dibedakan menjadi 2 yaitu : secara In situ dan secara Ex situ.

a. Bioremediasi in-situ, yaitu proses pengelolaan limbah di lokasi limbah itu berada dengan mengandalkan kemampuan mikroorganisme yang telah ada di lingkungan tercemar untuk mendegradasinya.
b. Bioremediasi ex-situ, yaitu bioremediasi yang dilakukan dengan mengambil limbah di suatu lokasi lalu ditreatment di tempat lain, setelah itu baru dikembalikan ke tempat asal. Kemudian diberi perlakuan khusus dengan memakai mikroba. Bioremediasi ini bisa lebih cepat dan mudah dikontrol dibanding in-situ, ia pun mampu me-remediasi jenis kontaminan dan jenis tanah yang lebih beragam.

Macam macam Bioremediasi secara In Situ

1. Bioventing

merupakan sebuah proses menguraikan kontaminasi zat organic dengan bantuan mikroorganisme pada tanah(lapisan tak jenuh) yang tercemar, dengan cara melakukan injeksi oksigen pada lapisan tanah tersebut.

Dalam bioventing , aktivitas bakteri secara alami ditingkatkan dengan injeksi udara(atau oksigen) ke zona tak jenuh menggunakan sumur ekstraksi atau injeksi dan jika perlu dengan menambahkan nutrisi, adapun bakteri yang digunakan pada proses bioventing, salah satunya adalah Pseudomonas Sp.

2. Biostimulasi

merupakan salah satu metode bioremidiasi dengan cara melakukan injeksi nutrisi pada media lingkungan yang tercemar.

3. Bioaugmentasi

merupakan salah satu metode bioremidiasi dengan cara menambahkan mikroorganisme pada media lingkungan yang tercemar. tujuan dari penambahan produk bakteri atau mikroorganisme ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dari recovery lingkungan yang tercemar.

Macam macam Bioremidiasi secara Ex situ

1. Composting

teknik yang melakukan kombinasi antara tanah terkontaminasi dengan tanah yang mengandung pupuk atau senyawa organik yang dapat meningkatkan populasi mikroorganisme. Composting dapat digunakan untuk menurunkan kotoran dalam tanah terkontaminasi dengan menambahkan timbunan, jerami, rumput dan materi-materi lain untuk mengembangkan nutrisi bagi  bakteri yang dapat membersihkan zat-zat kimia dari tanah tersebut. Contohnya, yaitu limbah dicampur dengan jerami atau bahan lain untuk mempermudah masuknya air, udara, dan nutrisi.

2. Landfarming

Tanah terkontaminasi disebarkan sehingga air dapat memecahkan polutan dari tanah. Contohnya, yaitu tanah terkontaminasi dipindahkan dan disebar di permukaan lapangan kemudian diperlakukan dengan penambahan bakteri, air, udara, dan nutrisi. Cara ini yang paling sering digunakan.
3. Biospiles
merupakan perpaduan antara landfarming dan composting. Biospiles ini digunakan secara partikular dengan menguapkan zat-zat kimia polutan dalam tanah dan mikroba-mikroba dapat menurunkan  polutan tersebut. Contohnya, yaitu tanah tercemar tidak dipindahkan namun diangkat ke permukaan, ditumpuk, dan diberi perlakuan  penambahan air, udara, dan nutrien.

Dari penjelasan di atas mengenai Bioremidiasi kita dapat mengetahui bahwa tidak hanya merugikan ternyata mikroorganisme dapat membantu proses recovery suatu lingkungan yang telah tercemar.

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*