Dampak Positif Virus Corona (Covid-19)

Covid-19 atau yang lebih dikenal sebagai virus corona merupakan virus jenis baru yang menyerang sistem pernapasan manusia. Infeksi virus corona disebut untuk pertama kalinya terdeteksi atau ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir bulan Desember 2019. Gejala awal infeksi virus ini bisa berupa gejala flu seperti demam, pilek, batuk kering,Sakit tenggorokan dan sakit kepala. Pada gejala awal kebanyakan orang orang menganggapnya sebagai flu biasa sehingga banyak yang tidak menyadari bahwa telah terinveksi virus corona. Perlu diketahui virus ini memiliki kemampuan penularan yang cepat dan virus ini telah menyebar ke wilayah lain di china dan hampir seluruh negeri. Hal ini membuat beberapa negara terpaksa memberlakukan lockdown guna menghambat penyebaran virus corona.

Dampak Positif dari Pandemi Virus Corona

Adanya pandemi virus corona dengan kasus positif di seluruh dunia 1.733.792 orang terhitung pada 11 April 2020 membuat mayoritas negara di dunia menerapkan kebijakan Lockdown dan social distancing. Lockdown sendiri merupakan kebijakan menutup akses keluar atau masuk suatu daerah atau wilayah. Sedangkan Social distancing merupakan himbauan agar masyarakat mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah. Dan interaksi dengan orang lain, mengurangi kontak tatap muka langsung. Adanya kebijakan tersebut membuat masyarakat hanya melakukan aktivitasnya di dalam rumah, selain itu tempat tempat umum , pusat perbelanjaan, dan juga beberapa industri ditutup. Penutupan penutupan tersebut membuat kota kota seperti kota mati yang sepi tanpa adanya aktivitas manusia.

Pandemi virus Corona selain merugikan manusia ternyata pandemi virus corona ini juga mempunyai beberapa dampak positif. Berikut beberapa dampak positif dari pandemi virus corona dilihat dari sudut pandang Lingkungan :

1. Pulihnya Lubang pada Lapisan Ozon

dikutip dari voi.id “Sejumlah peneliti melaporkan bila lapisan ozon yang berada di atas benua Antartika mengalami pemulihan. Kondisi ini terjadi karena berkurangnya penggunaan zat kimia chlorofluorocarbon (CFC) secara global, terlebih tak adanya aktivitas industri selama pandemi corona.

Lapisan ozon merupakan lapisan perlindungan di bagian stratosfer bumi. Lapisan ini berfungsi untuk menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet dari matahari.  Berkurangnya aktivitas manusia seperti kegiatan industri dan mobilitas manusia yang rendah membuat penurunan pencemaran udara sekaligus membuat pulihnya lubang pada lapisan ozon.

2. Menurunnya Polusi Air

Kebijakan lockdown membuat lalu lintas transportasi air menjadi turun sehingga terjadi pula penurunan pencemaran air. Contohnya  terjadi di venesia, kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah Italia membuat lalu lintas kapal sepi dan wisatawan di sepanjang kanal Venesia berkurang. Alhasil, air di kanal Venesia terlihat bening, hingga dapat memperlihatkan ikan berenang.

 

3. Meningkatnya Kualitas Udara

Menurunnya aktivitas manusia membuat kualitas udara menjadi meningkat. Perlu kita ketahui aktivitas seperti kegiatan industri yang setiap harinya mencemari udara melalui asap asap yang dikeluarkan. Mobilitas kita dengan menggunakan kendaraan bermotor. Padatnya lalu lintas udara. Terjadi kemacetan disepanjang jalan. Aktivitas aktivitas tersebutlah yang selama ini mencemari udara. Adanya kebijakan lockdown seketika membuat aktivitas tersebut berukurang bahkan berhenti. Contohnya di china, dengan kebijakan lockdown membuat industri industri menghentikan operasionalnya sehingga banyak industri tutup dan dalam jangka beberapa bulan kualitas udara di China mengalami peningkatan.

4. Meningkatnya Jarak Pandang

menurunnya pencemaran udara dan meningkatnya kualitas udara membuat jarak pandang di beberapa kota atau wilayah mengalami peningkatan. Contohnya di kota Jakarta dan kota new york, nampak bahwa saat sebelum terjadi pandemi corona jarak pandang rendah banyak asap yang menyelimuti. Namun saat aktivitas manusia berkurang, jarak pandang meningkat , tidak ada lagi asap asap yang menyelimuti.

 

Adapun hikmah yang dapat kita ambil dari pandemi virus corona ini adalah bahwasannya bumi tidak sedang murka, bumi ini tidak sedang sakit, namun bumi sedang memperbaiki diri. Semoga dengan adanya pandemi virus corona ini membuat kita menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Menjaga lingkungan tidak harus beramai ramai tapi menjaga lingkungan bisa dimulai dari diri sendiri. Lakukan hal kecil namun berati seperti mulai membuang sampah pada tempatnya.

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*