Jenis jenis tempat sampah

Sampah atau limbah padat merupakan sisa sisa dari aktivitas manusia maupun berasal dari alam yang berupa padat.
perlu diketahui bahwa Menurut data dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Pemkot Surabaya menyebutkan. Timbulan sampah di Kota Surabaya setiap harinya berkisar 9.896,78 meter kubik perhari. Sedangkan, sampah yang diolah TPA Benowo rata-rata 1.628,20 ton perhari. Hal ini menunjukkan bahwa sampah yang dihasilkan sangatlah banyak, lalu bagaimana cara mengoptimalkan proses pengolahan di TPA ? Salah satu cara termudah adalah dengan melakukan pemisahan jenis jenis sampah di sumber. pemisahan dapat dilakukan dengan membagi tempat sampah berdasarkan jenis jenisnya sehingga tiap tempat sampah hanya terisi oleh 1 jenis sampah.

Tidak semua orang mengetahui bahwa di Indonesia sendiri terdapat 5 jenis tempat sampah. Untuk mempermudah membedakan tiap jenis tempat sampah, DLH membedakannya berdasarkan warna tempat sampah. Berikut ini merupakan jenis jenis tempat sampah di Indonesia.

Jenis Jenis Tempat Sampah di Indonesia

1. Tempat sampah organik ( dengan warna hijau)

Jenis tempat sampah bewarna hijau merupakan tempat sampah khusus sampah organik. Sampah organik merupakan sampah yang mudah membusuk seperti  sisa sisa makanan, sayur sayuran, daun daunan dan lain lain. karena mudah terdegradasi sampah organik dapat dijadikan sebagai pupuk kompos.

2. Tempat sampah anorganik (dengan warna kuning)

Warna kuning  menjadi ciri khas dari tempat  sampah non organik atau anorganik. Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah membusuk seperti sampah plastik, botol plastik air mineral, dan lain lain. nantinya sampah plastik ini dapat diproses dengan didaur ulang di pabrik atau dapat dijadikan aneka kerajinan.

3. Tempat sampah B3 (dengan warna merah)

Sesuai dengan warnanya, tempat sampah dengan warna merah merupakan ciri khas dari tempat sampah B3 (bahan berbahaya beracun). adapun yang termasuk ke dalam tempat sampah B3 adalah sampah kaca, kemasan detergen atau pembersih lainnya serta pembasmi serangga, peralatan elektronik dan sejenisnya. pemisahan ini berguna supaya sampah jenis ini tidak membahayakan kesehatan dan keselamatan orang lain dan mahluk hidup lainnya.

4. Tempat sampah kertas ( dengan warna biru)

Selanjutnya adalah tempat sampah berwarna biru yang diperuntukkan sampah jenis kertas.  contoh dari sampah kertas sebagai berikut: kertas HVS, cardboard, Tetra Pak, food/beverage carton, paper bag, paper cup dan lain lain. sama halnya dengan sampah plastik pemisahan sampah kertas bermanfaat untuk mempermudah pengrajin dan industri daur ulang untuk mengolah sampah menjadi kebutuhan lainnya.

5. Tempat sampah residu (dengan warna abu abu)

Tempat sampah dengan warna abu abu merupakan tempat sampah untuk sampah residu. Sampah residu sendiri merupakan jenis sampah selain 4 jenis sampah lainnya. jadi jika ada sampah yang tidak termasuk dalam 4 kategori lainnya maka sampah tersebut diisi ke dalam tempat sampah residu. karena tidak dapat dikomposkan atau didaur ulang maka sampah ini nantinya akan berakhir di landfill.

 

Setelah kalian mengetahui jenis jenis tempat sampah mari kita lakukan pemisahan sampah secara mandiri guna mempermudah proses pengolahan. apabila kalian menemui beberapa tempat sampah jangan sampai kalian memasukkan sampah kalian secara asal asalan, pastikan sampah yang kalian buang masuk ke dalam tempat sampah yang benar.

 

Sumber:

waste4change.com

dlh.tapinkab.go.id

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*